Reader Comments

Agen Pendaftaran Merek Pro

by Mr Gplx (2019-09-04)


Selamatkan bisnis anda dengan pendaftaran merek dagang. Obat-obatan dan alat kesehatan dari Indonesia telah terkenal dan telah merambah beberapa negara di Afrika. Kedutaan Besar Indonesia di Pretoria terus berupaya memperkuat kehadiran Indonesia di pasar Afrika, salah satunya adalah dengan berpartisipasi dalam beberapa pameran. Africa Health adalah pameran kesehatan terbesar di benua Afrika yang mengumpulkan berbagai pelaku dalam bisnis manufaktur kesehatan, farmasi, dan perawatan kesehatan.

Acara ini telah menarik lebih dari 10 ribu pengunjung dan dihadiri oleh 560 peserta pameran dari 39 negara setiap tahun. Selain dari Indonesia, beberapa negara lain termasuk Amerika Serikat, Jerman, Cina, India, Austria, Jepang, Turki, dan Korea Selatan, juga berpartisipasi dalam pameran.

Sebelumnya, Gubernur Viktor merilis ekspor produk rumput laut pertama dari Pelabuhan Tenau Kupang ke Argentina pada 28 Mei 2019, dengan total 25 ton dalam bentuk keripik, diekspor melalui PT Rote Karaginan Nusantara. Gubernur juga mengatakan bahwa pemerintahnya menargetkan untuk mengekspor Moringa dalam bentuk tepung ke Jepang pada tahun 2019.

Kolaborasi antara Indonesia dan Kosta Rika dalam pengembangan energi terbarukan harus diperkuat untuk membangun kemandirian energi nasional dan ekonomi yang berkelanjutan, kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Jumat.
Dia membuat pernyataan itu setelah bertemu dengan Kepala Misi Kosta Rika, Esteban Quiros, di kompleks Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta, Rabu (29/5).

Menurutnya, Kosta Rika menilai bahwa Indonesia adalah negara yang penting, dan karena itu, ingin memperkuat hubungan dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk sektor energi dan lingkungan.

Kosta Rika berhasil menerapkan energi bersih dan terbarukan karena negara tersebut telah berhasil memproduksi 98,53 persen sumber energi alternatif yang berasal dari, antara lain, tenaga air, angin, dan energi panas bumi.

Zon mengatakan bahwa Indonesia juga prihatin dengan masalah perubahan iklim dan energi baru dan terbarukan, yang sangat penting untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, sebelumnya menyatakan bahwa pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) masih sangat lambat meskipun Indonesia kaya akan sumber daya EBT. Fabby mengatakan bahwa sepanjang 2015-2018, penambahan kapasitas generator energi terbarukan baru hanya 882 mega watt (MW). Padahal, mulai 2010-2014, kapasitas generator energi baru terbarukan bisa mencapai 2.615,7 MW.

x
Message